Jaringan Fiber optik adalah media transmisi fisik
penyalur informasi yang mengubah sinyal listrik menjadi gelombang cahaya
dengan konsep hukum optik. Fiber optik beroperasi dengan kecepatan dan
kapasitas data yang tinggi, yang umumnya dipakai untuk menghubungkan dua
poin network dengan daya besar.
Perkembangan teknologi semakin progresif yang mana hal ini dipengaruhi oleh kebutuhan akan traffic
dalam pemakaian jasa telekomunikasi, baik itu dari segi kuantitas
maupun kualitas. Sistem yang berusaha dibangun berproyeksi pada tujuan
dasar yakni untuk menemukan media transmisi yang dapat menyalurkan
informasi sebanyak mungkin dalam waktu yang bersamaan.
Upaya pemenuhan media transmisi tersebut mendorong pemikiran dan perencanaan untuk menyediakan suatu metode dengan konsep “High Speed Connection”. Hingga lahirlah sebuah terobosan baru bernama kabel fiber optik.
Secara bertahap moda transmisi serat
optik menggantikan manfaat kabel logam berbahan tembaga atau alumunium,
dengan segala varietas keunggulan dari kabel fiber optik.
Apa saja keunggulan dari kabel fiber optik? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Apa Itu Jaringan Fiber Optik?
Secara sederhana, kabel fiber optik
adalah kabel yang digunakan untuk mengubah sinyal listrik menjadi
cahaya, yang selanjutnya dialirkan dari sebuah titik (node) kepada node
yang lain.
Sinyal dari fiber optik diubah kedalam bentuk cahaya melalui transmitter, untuk mengantarkan informasi data menggunakan pulsa cahaya. Transmitter
adalah sebuah perangkat yang menjadi wadah awal penerimaan informasi
data yang dikirimkan ke fiber optik. Transmitter pada kabel fiber optik
umumnya menggunakan LED (Light Emitting Diode) atau laser.
Komponen kabel optik terdiri dari
gelas silika yang mana unsur kebeningan dan kemurniannya dapat menahan
cahaya dalam serat optik, karena indeks bias dari kaca lebih besar
daripada indeks bias udara. Strukturnya ditopang oleh empat silinder
berbeda ukuran, yaitu:
- Core (inti), sebagai pusat transmisi gelombang cahaya;
- Cladding (selimut), sebagai pengarah gelombang cahaya;
- Coating (pelapis), plastik elastis yang melindungi core dan cladding; kemudian
- Outer Jacket (pelapis luar), pembungkus luar kabel.
Sejarah Kabel Fiber Optik
Jaringan fiber optik pertama kali dipatenkan oleh kumpulan peneliti yaitu Robert Maurer, Donald Keck, dan Peter Schultz. “Optical Waveguide Fibers”
mampu membawa informasi 65.000 kali lebih banyak daripada kabel
tembaga, dimana informasi yang dibawa oleh pola gelombang cahaya
tersebut dapat diterjemahkan kepada suatu tujuan dalam ribuan mil
jauhnya.
Hingga kini, metode dan bahan
komunikasi fiber optik yang telah diciptakan membuka jalur pintu menuju
komersialisasi fiber optik, beranjak dari zaman “layanan telepon jarak
jauh” menuju penyebaran informasi berbasis internet.
Anatomi kabel fiber optik terbuat
dari serat kaca beserta uraian plastik yang lebih halus dari rambut
manusia, ketebalannya kurang lebih 120 mikrometer. Berbeda dengan kabel
berbahan dasar tembaga, kabel fiber optik tahan terhadap gangguan.
Indeks bias kabel fiber optik sama
dengan kecepatan cahaya dalam ruangan hampa udara dibagi dengan
kecepatan cahaya pada ruangan medium.
Seperti yang diungkapkan oleh matematikawan Belanda Willebrord Snellius,
bahwa apabila seberkas cahaya masuk pada ujung fiber optik (media
transparan) dengan sudut kritis, dan sinar itu datang dari medium yang
memiliki indeks bias lebih kecil dari udara, menuju inti fiber optik
(kuartz murni) yang mempunyai indeks bias lebih besar, maka seluruh
sinar akan merambat sepanjang inti fiber optik menuju ujung yang satu.
Dengan demikian cahaya yang
dihasilkan dari dalam serat optik sulit keluar karena indeks bias dari
kaca lebih besar daripada indeks bias udara.
Fungsi Kabel Fiber Optik
Penemuan serat optik menjadi bagian
penting pada kehidupan modern saat ini, dimana penciptaannya merupakan
jalan pintas untuk pengiriman data berkecepatan tinggi. Tidak jarang
sistem kabel fiber optik menjadi landasan dari jaringan utama, sebagai
sebuah aliran pusat untuk melakukan transfer data dalam suatu backbone.
Contoh yang paling nyata dirasakan
ialah implementasi 5G bagi keberlangsungan penyaluran informasi di
Indonesia. Walaupun ini sekaligus menjadi tantangan tersendiri, karena
infrastruktur jaringan fiber optik belum tersebar secara merata.
Secara garis besar sebagai salah satu
sistem penyalur komunikasi, kabel fiber optik memiliki kegunaan dalam
membawa unsur—unsur penting dari setiap informasi melalui proses
transmisi sinyal, yang dilakukan dengan cepat dan dalam kapasitas yang
besar.
Jenis Kabel Fiber Optik
- Fiber Optik Single Mode (Step Index Single Mode)
Varian ini merupakan jenis fiber
optik dengan fiber tunggal, yang mana diameternya antara 8,3 - 10 mikron
dengan transmisi satu mode yang mengirimkan sinyal infrared. Sebaran nano untuk single mode ini memiliki garis tengah yang sempit dan mampu menyebarkan antara 1310 - 1550 nano.
Perbedaannya dengan kabel jenis
multimode ialah transmisinya yang lebih besar 50 kali lipat, intinya
(core) lebih kecil sehingga dapat mengurangi distorsi yang diakibatkan
oleh overlapping cahaya.
- Fiber Optik MultiMode (Step Index Multi Mode)
Diameter core dari jenis kabel multi
mode cukuplah besar yakni lebih dari 100 mikron, sehingga membuat sinyal
digital dapat melewati rute utama tanpa harus melewati jalan yang
berliku. Fiber optik multimode lebih cocok bagi transmisi jarak pendek
atau singkat dengan kecepatan yang rendah, dikarenakan agar mencegah overlap batas bandwidth.
Model kabel ini juga menghantarkan sinar laser infrared dengan panjang gelombang antara 850 – 1300 nanometer.
- Fiber Optik Multimode Grade Index (Graded Index Multi Mode)
Fiber optik graded index merupakan gabungan single mode dengan multimode step index. Material core
pada jenis ini terisi oleh refraksi indeks yang membuat cahaya bergerak
lebih pelan pada porosnya, dimana hasil dari sinyal digital mengalami
distorsi yang minim. Diameter core antara 30 mm sampai dengan 60 mm.
Kelebihan Jaringan Kabel Fiber Optik
Transmisi dengan fiber optik memiliki
banyak keunggulan dibandingkan dengan kabel tembaga maupun teknologi
nirkabel, beberapa diantaranya:
- Bandwidth Lebih Besar
Kecepatan maksimum transfer data yang
melintasi jalur optik lebih besar dibandingkan dengan kabel tembaga
atau kabel logam, sehingga data yang melalui proses transmisi akan lebih
banyak pula. Salah satunya karena serat fiber optik memiliki sifat Numerical Aperture
atau parameter yang merepresentasikan sudut penerimaan maksimum dimana
berkas cahaya bisa diterima dan merambat dalam inti serat. Semakin besar
Numerical Aperture maka semakin banyak jumlah cahaya yang diterima serat.
- Bebas Interferensi
Seperti yang kita ketahui, serat
fiber optik terbuat dari kaca dengan pelapisan yang terbentuk dari kaca
pula. Dikarenakan jaringan kabel fiber optik mengubah sinyal listrik
menjadi gelombang cahaya layaknya fungsi cermin di dalam kabel. Sehingga
fiber optik dapat mengurangi efek terhadap gangguan gelombang frekuensi
elektrik, dengan rekomendasi tempat yang tinggi gelombang elektriknya.
Fiber optik juga kebal terhadap gempuran cuaca sehingga tidak gampang korosi, dan kuat terhadap electromagnetic noise yang dihasilkan dari perangkat radio, motor, dan kabel transmisi sekelilingnya.
- Jarak Tempuh
Sinyal yang ditransmisikan melalui
kabel serat optik dapat menempuh jarak lebih jauh. Sinyal dapat berjalan
sejauh 50 Km tanpa perlu melakukan regenerasi, hal tersebut dikarenakan
jarak transmisi serat optik yang secara signifikan lebih besar daripada
kendali media lainnya.
- Maintenance Murah
Kabel fiber optik memerlukan biaya
perawatan yang relatif lebih murah, dibandingkan dengan kabel tembaga
dengan panjang yang sama. Faktor lainnya ialah bobot yang lebih ringan,
dan diameternya yang lebih tipis.
- Keamanan
Kabel fiber optik lebih kebal
terhadap penyadapan daripada kabel tembaga, dikarenakan efek antena pada
kabel tembaga yang dapat dengan mudahnya disadap. Kabel fiber optik
juga tidak mudah terbakar karena tidak mengalirkan tegangan listrik.
Kekurangan Jaringan Kabel Fiber Optik
- Biaya Instalasi
Konektor pada kabel fiber optik
beserta perlengkapan pendukungnya dalam proses instalasi cenderung lebih
mahal dibandingkan dengan counterpart dari kabel berbahan tembaga.
- Kompleksitas Material
Bahan yang cukup rumit membuat kabel fiber optik jadi sulit di potong, yang mana hanya dapat dipotong menggunakan cleaver tools (alat pemotong core
agar rapi). Kemudian kabel fiber optik kurang tahan pada lengkungan,
karena serat fiber beroperasi dengan menggunakan cahaya, apabila terlalu
banyak lengkungan maka akan mengakibatkan efek pantul. Ketahanan
sinyalnya juga dipengaruhi oleh kemurnian kaca dan panjang gelombang
sinyal yang disalurkan pada kabel.
- Bersifat Satu Arah
Perambatan cahaya bersifat satu arah atau unidirectional light propagation pada serat optik, sehingga dibutuhkan dua kabel fiber optik apabila komunikasi ditujukan untuk dua arah.
Perangkat Pada Kabel Fiber Optik
- Patch Cord Kabel
Komponen ini merupakan jenis kabel
fiber indoor yang memiliki keseluruhan panjang tertentu dengan ujung
yang telah terpasang konektor, berfungsi sebagai penghubung antar
perangkat. Seperti jenisnya, patch cord dipakai hanya didalam ruangan saja, dengan ragam pilihan konektor yang disesuaikan dengan kebutuhan.
- Adapter
Adapter digunakan sebagai penghubung
kabel fiber optik satu dengan yang lain. Apabila disambungkan dengan
konektor kabel fiber optik yang berbeda maka adapter yang dipakai
haruslah berjenis hybrid atau special adapter. Macam-macam adapter yang umum ditemukan contohnya berjenis FC, SC, LC dan terakhir berjenis ST.
- Joint Closure
Perangkat ini berupa box dengan
kegunaan untuk menaruh hasil sambungan dari kabel fiber optik. Ketika
terdapat jaringan kabel fiber optik yang putus akibat terbakar atau
terpotong, maka kabel tersebut akan disambung atau splicing, dan hasil sambungannya akan ditempatkan di dalam joint closure. Kapasitas dari joint closure beragam mulai dari yang terkecil 6 core sampai yang terbesar 256 core.
- Splitter
Splitter adalah komponen pasif yang bisa memisahkan daya optik dari satu input serat kedua hingga beberapa output serat. Passive Optical Network memiliki splitter yang terbilang pasif, dikarenakan optimasinya tidak bekerja pada daya yang digunakan oleh pelanggan yang jaraknya berbeda dari node splitter.
Cara Kerja Kabel Fiber Optik
Cara kerja fiber optik tentunya berbeda dengan kabel twisted pair maupun kabel coaxial.
Material pelapisan dan unsur serat kacanya mengkonversi sinyal listrik
untuk meminimalisir gangguan gelombang frekuensi elektrik.
Hal ini memberikan dampak seperti
kapasitas informasi yang berhasil dikirimkan dalam jumlah besar, dan
jarak penyaluran yang ditempuh dapat lebih jauh. Karena cahaya yang
memantul dipantulkan lagi ke dalam jaringan kabel, dan menghasilkan total internal reflection.
Artinya cahaya dipantulkan oleh serat (cladding) dengan sudut lebih rendah, karena cladding tidak menyerap cahaya dari inti (core).
Dengan kata lain, sebagian besar
cahaya yang masuk dari ujung serat optik akan merambat dan melaju
sepanjang serat kemudian keluar menuju ujung fiber optik. Sedikit sekali
cahaya yang dapat keluar dari dinding serat karena semuanya digiring
sampai ke ujung.
Kegiatan transmisi data menggunakan kabel jenis ini memerlukan alat tambahan berupa Light Emitting Diode atau LED, atau injection dan light detector seperti positive intrinsic negative (PIN) diode maupun avalanche photodiode (AVN).
Pada akhirnya, penggunaan kabel fiber
optik dapat sangat menguntungkan bagi Anda, terutama perusahaan maupun
rumah tangga yang membutuhkan stabilitas koneksi terbaik.
Mengapa Harus Menggunakan Fiber Optik?
Kendala yang dihadapi dalam memilih
fiber optik hanyalah instalasi awal yang lebih menyita isi dompet, namun
untuk harga perawatannya lebih bersahabat. Biar bagaimanapun, fiber
optik telah hadir sebagai alternatif yang cukup efektif dalam dunia
telekomunikasi.
Bayangkan saja, dengan menggunakan fiber optik Anda dapat menerima keuntungan yakni bandwidth yang berkapasitas besar dan transmisi data lebih banyak. Dimana data yang diterima langsung berupa digital, bukan data analog.
Selain itu, kabel fiber optik tahan
terhadap interferensi dibandingkan dengan jenis kabel lainnya, tahan
terhadap cuaca ekstrim maupun gangguan elektromagnetik, dan memiliki
isolasi ground yang baik. Fiber optik juga memiliki sinyal degradasi yang lebih kecil, dan tidak mudah terbakar.
Provider ISP Penyedia Layanan Fiber Optik (iForte Untuk Kebutuhan Kantor)
Fiber optik mampu menjangkau area
yang lebih jauh dengan frekuensi yang lebih tinggi, kami di iForte
memiliki teknologi Metro E yang didukung dengan jaringan kabel fiber
optik yang unggul, digunakan sebagai akses jaringan yang stabil dan
berkecepatan tinggi.
Untuk wilayah Jawa dan Bali, iForte
telah berhasil membangun dan mengoperasikan kabel fiber optik sepanjang
lebih dari 155.000 Km. Selain itu, iForte juga berhasil mengkoneksikan
lebih dari 30.000 tower BTS dengan kabel fiber optik.
Pada area Jabodetabek, iForte telah
berhasil membangun dan mengoperasikan kabel fiber optik sepanjang lebih
dari 70.000 Km. Pada wilayah yang sama, iForte juga berhasil
mengkoneksikan lebih dari 15.000 tower BTS dengan kabel fiber optik.
Indikator diatas memberikan
aktualitas bagi kami sebagai penyedia layanan fiber optik terpercaya
yang didesain untuk kebutuhan komunikasi kantor dan instansi lainnya.
Tidak hanya pengalaman, iForte
didukung oleh tim profesional yang memiliki keahlian unggul dan siap
melayani kebutuhan konektivitas bisnis Anda. Jangan ragu untuk
menghubungi kami melalui:
sumber dari iforte.id